Minggu, 27 September 2009

late upload for final brochure


berikut adalah final design dari brosur2 ITS yang saya kumpulkan..
jujur saya sangat tidak menikmati tugas ini... seharusnya saya tidak terjebak dalam mencari imagery terlebih dahulu..sungguh, pengalaman ini takkan kulupa untuk tugas kedepannya..
Untuk hasilny....well, saya tidak puas...bener2 tidak puas... that's just not me..hehe

well, cukup untuk sesi curhatnya...
beginilah begundal2 yang saya kumpulkan

Kamis, 10 September 2009

rough...rough... (anjing menyalak)

setelah ditimpa musibah yang mengakibatkan saya tuli sebelah (semoga saja untuk sementara waktu), akhirnya terselesaikanlah rough design saya yg tertunda..
dengan berat hati saya harus mengassistensikannya secara onlen..hff..kan malluuuuuxxx...
yep, here it is...
pertamax...


keduax..


ketigax...



keempax


kelimax


oke...kurang lebih seperti itu...untuk pembeda antara fakultas saya menggunakan warna..
ftsp : hitam
fti : merah
fmipa : hijau
ftif : abu2
ftk : biru muda

dan dengan demikian, saya berharap akan terpilih 1 layout yg akan dieksekusi dengan sebaik2nya... Aplus!

nb. dari rough diatas ada beberapa imagery yg belum saya dapatkan jd ada yg terkesan " kok gak cocok!, kok ngene?, loh?!, dll..." faktor tersebut murni karena belum mendapat imagery yg tepat dan sedang diusahakan...

CIao!!!

Minggu, 06 September 2009

curhat!!

pada hari sabtu tgl 5 sept'09, pada akhirnya setelah percekcokan batin yang berbelit-belit dan kesibukan laen.., saya, khairil, arif dan uud memutuskan untuk melakukan tour de ITS, hunting bareng imagery content buat brosur...
Tapi ternyata tour de ITS ini sangat tidak efisien dan membuang waktu juga tenaga...
ITS membara bung, seperti padang pasir... panas, berdebu...wes elek thok pokoke..
untunglah saya dan teman2 tidak tergoda untuk melakukan mokel berjamaah..haha

imagery yg berhasil saya dapatkan sangat minim sekali, tapi letih yg dirasakan sangat pertamax!! hmm, bakal ngebut lagi buat nyari imagery buat semua jurusan ini sepertinya...hehe..
UU, YEAH!!!

the 20th....century boys...


berikut adalah assistensi thumbnail saya yg sejumlah 20 buah..
saya melakukan assistensi dengan p. ramok di hari rabu yg terik tepatnya bertanggal 2 september..
Pertama2 saya membeberkan semua masterplan buat tugas ini..
konsep2nya tertera pada postingan sebelumnya

so here's my 20th...century boys...


yep... yg paling kabur itu gambarnya yg keterima...
selanjutnya adalah rough design!!! hoah...harus udah digital
berarti harus segera nyari imagery yg pas buat content brosurnya...huff imagery seluruh jurusan lo...
wes rok en rol ae lah....

Sabtu, 05 September 2009

ngebut! lagi!

Oke.. mari kita lanjutkan pekerjaan kita di tugas pertama ini…

Diketahui bahwa konsumen terbesar untuk brosur2 ITS adalah dari calon mahasiswa baru, serta orang tuanya. Maka dengan argumem tersenut, maka saya menetapkan target audiens brosur ini adalah dari Anak SMA, dan orang tua dari anak tersebut.

Melalui proses eksisting dari brosur2 ITS yang sudah ada dan juga komparasi dengan brosur2 perguruan tinggi lain, dapat saya ambil kesimpulan mengenai permasalahan umum yang kita hadapi..

1. TIdak adanya system grafis yang mampu mengikat antar brosur ITS satu dengan lainnya, hal ini dikarenakan setiap jurusan menerbitakan brosur dengan versinya sendiri2, tanpa berkoordinasi dengan jurusan2 lain di ITS

2. Terlalu banyak informasi yang disampaikan dalam satu brosur, namun informasi2 tersebut belum tantu dibutuhkan oleh target audiens

3. Estetika (unsur2 grafis) dan system layout serta hirarki yang kurang dapat mempresentasikan komitmen dan kredibilitas ITS pada umumnya dan setiap jurusan/UPT pada khususnya

4. Dalam brosur2 yg sudah ada kurang memberikan wacana pada audiens, “Mengapa harus memilih ITS untuk melanjutkan jenjang pendidikan sarjana?” dan “Apa yg membedakan(keunggulan) jurusan2 di ITS dengan jurusan2 serupa di Perguruan TInggi Lain?”

Dari permasalahan umum tersebut, Saya jadikan acuan dalam perancangan dan content dari brosur ini (What to Say), antara lain..

Content : 1. Perkenalan (mukadimah) singkat untuk tiap fakultas dan jurusan yang ada di ITS. Mungkin dengan penjelasan fasilitas tiap jurusan (masih diragukan rating kepentingannya)

2. Pemberian wacana singkat yang mampu mempengaruhi keputusan audiens memilih ITS sebagai Perguruan TInggi tujuan untuk melanjutkan strata pendidikan sarjana. Lalu apa wacana itu? Melalui studi literature serta riset kecil2an yang saya lakukan, saya menemukan sebuah fakta fenomena yang sangat tragis terhadap pendidikan di Indonesia. Fakta2 tersebut antara lain..

a. Tingkat pendidikan di Indonesia dari segi mutu maupun relevansi pendidikan masih rendah, bahkan dari segi jumlah mahasiswa di Indonesia masih sangat sedikit. Terbukti bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi hanya 11,9 persen, dibanding jumlah mahasiswa dengan jumlah penduduk usia 19-24 tahun. persentase itu tergolong kecil di dunia. Sebagai perbandingan, di Filipina angka APK mencapai 33 persen dan Jepang 50 persen. Jumlah APK yang kecil itu menyebabkan Indonesia belum punya tenaga kerja berpendidikan tinggi dalam jumlah memadai. Saat ini, hanya satu persen sarjana masuk ke bursa kerja. , kata Dirjen Pendidikan Tinggi Prof Dr Satrio B Brodjonegoro.

~dikutip dari http://www.suarapembaruan.com/News/2001/09/21/index.html

b. Jumlah tenaga kerja sarjana di Indonesia masih relatif kecil dari jumlah penduduk. Persentase penduduk yang pernah mengecap perguruan tinggi hanya sekitar 5,5 persen dari jumlah angkatan kerja. Namun demikian, pengangguran tingkat sarjana relatif tinggi. Ini sebuah ironi. Data Sakernas (Survey Angkatan Kerja Nasional, BPS) per Februari 2007 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka dari kalangan perguruan tinggi mencapai 740.206 orang atau setara dengan 7,02 persen dari angkatan kerja tahun 2007. Tingkat pengangguran tenaga terdidik sedikit lebih rendah dari tingkat pengangguran secara nasional yang mencapai 11,8 persen. Pada Bulan Agustus 2006, tingkat pengangguran kalangan terdidik hanya 6,16 persen. Itu berarti dalam setahun terakhir, pengangguran terdidik bertambah sebanyak 66.578 orang. Setiap tahun, antrian pengannguran semakin panjang oleh sarjana yang baru lulus.

~dikutip dari http://www.hamsarlubis.blogspot.com

c. “Makin tinggi tingkat pendidikan ternyata tidak mencerminkan kepercayaan diri tenaga kerja di Indonesia. Fenomena menarik, justru yang tidak tamat SD namun bisa membuat usaha sendiri dan mempekerjakan orang lain mencapai sekitar 15 persen. Sementara lulusan sarjana yang bisa melakukan hal serupa hanya 3,2 persen. Sekitar 83 persen lulusan sarjana hanya menjadi buruh atau karyawan,” kata staf ahli Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional Yudil Chatim

~dikutip dari http://indonesiancommunity.multiply.com/journal/item/311/Pendidikan_Indonesia_Sebatas_Cetak_Buruh_

Fenomena-fenomena tersebut bertepatan dengan issue technopreunership yang digembar-gemborkan ITS akhir-akhir ini. Jadi, saya berencana untuk menjadikan issue technopreunership sebagai issue global ITS, sebuah wacana yang memberikan wawasan pada audiens bahwa Indonesia membutuhkan lulusan2 yang mandiri, dan ITS siap untuk itu.

3. Prospek kerja, serta kompetensi lulusan dari tiap jurusan.

Setelah menyusun content yang akan disajikan, saya merancang bagaimana cara menyampaikannya (How to say), yaitu antara lain…

1. Memberikan fakta yang kongkrit tentang fenomena2 yang saya temukan diatas + image visual yang mampu merepresentasikan keadaan tersebut (fotografi/ilustrasi)

2. Memberikan experience pada audiens dengan menyajikan desain bentuk yang unconventional, dinamis dan modern sehingga mampu membangun citra ITS lebih baik

3. Membuat brosur berseri ( per fakultas) yang memiliki system grafis yang sama, sehingga memberikan kesan professional, bold, dan mampu menarik minat audiens untuk membaca (sukur2 dikoleksi)

yep...next post bakal bercerita tentang assitensi 20 thumbnail saya..hoho