Senin, 31 Agustus 2009

Ngebut!


Wow! sungguh terperangah melihat teman2 yg sangat cepat progressnya
oke2...
setelah berhasil menarik kesimpulan dari post yg selanjutnya, saya berencana untuk mengarahkan brosur ini bukan hanya dapat sekedar dibaca (dinikmati indera penglihatan .red) namun juga dapat dinikmati oleh sentuhan (indera peraba red.) a.k.a tangan sehingga mampu memberikan experience yang berbeda pada audiens..

oke sementara itu, mari kita tilik hasil brain storming yg saya lakukan..
sebenernya entahlah, saya sedikit merasa buntu da
lam pembuatan brain storming ini..


brainstorming diatas merupakan brainstorming awal saya, tentang kemungkinan2 info yang dapat di jejalkan dalam brosur..gak banyak cabang si, soalnya buntu.
wah, bag.atas ngeblur yah? saya aplot lagi dah.. nih..


disitu saya mencoba meyakinkan saya sendiri bahwa tujuan dari dibuatnya brosur adalah untuk menginformasikan
dari situ saya cabang lagi, audiens terbagi menjadi 2, yaitu org yg butuh informasi dan satu lagi yg tidak membutuhkannya...
nah, yoopo carane... saya harus mampu untuk membuat org yang tidak butuh informasi, jadi tertarik dan respect dengan informasi yang ditampilkan...

ada, sebuah kata2 bijak... "..kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda..."
menurut saya memang benar adanya..
jadi untuk menghindari brosur yang dicetak dan dibagikan berakhir di tempat sampah, maka..
mensana en korpore sano...didalam kulit yang menarik terdapat informasi yang berbobot pula..

hehe, akhirnya balik lagi deh ke poin experience posting sebelumnya..

lalu ini brainstorming kedua saya...yang tidak kalah buntunya..


there you go... karena merasa pelik terhadap brainstorming pertama, saya menggunakan 5W + 1H untuk memancing ide dan wacana tugas kali ini..berikut lebih lengkapnya..
  • who > yang membaca > 1. orang tua, 2. SMA
  • when > kapan membaca > 1. pada saat itu juga (ketika dibagikan), 2. ketika waktu senggang (setelah koleksi brosur)
  • where > dimana membaca > 1. dirumah, 2. tempat pembagian brosur
  • what > apa yang dibaca > 1. tentang ITS, 2. sejarah ITS, 3. fakultas dan jurusan, 4. UKM, 5. potensi sumber daya, 6. desain dan bentuknya
  • why > Mengapa dibaca > 1. butuh informasi, 2. tertarik desain yang bagus, 3. koleksi
  • how > bagaimana membacanya > 1. mengedukasi, 2. memberikan pengalaman langsung kepada audiens
ahh...iku sek aelah...ntar tak sambung lg..

Minggu, 30 Agustus 2009

fasten your seatbelt, start your engine..

first task. (oh, why we can't live without it...)

Tugas pertama yang kelas kami terima adalah..
STRATEGI & PERENCANAAN MEDIA chapter1 : Printed Media

Alkisah disebutkan bahwa media yang akan tereksekusi adalah brosur, dan subjek isinya adalah ITS. Betapa gundah gulana nian kemarilah saya, karena...that's the brief...yes, just that..
Mahasiswa dibebaskan untuk memilih issue sebebas-bebasnya, koridornya jelas ITS...
jadi, kalo kita bikin brosur tentang teknik sipil Unair, betapa nistalah kehidupan kita..karena memang gak ada..haha

Lalu untuk lebih memahami tentang Brosur/Brochure, saya melakukan sedikit research, yah..sapa lagi kalo bukan mbah Google, tempat untuk bertanya..

Media Cetak (Printed Media)
Adalah meliputi segala barang yang dicetak yang ditujukan untuk menyebarluaskan pesan – pesan komunikasi. Media cetak sendiri pengertiannya adalah media statis yang mengutamakan pesan visual yang terdiri dari lembaran, sejumlah kata gambar atau foto.

The printed page sebagai media penyampai pesan yang berujud cetak punya beberapa kelemahan antara lain :

1. The printed page tidak mempunyai suara , jadi tidak bisa menimbulkan kesan akrab sehingga kurang mampu menggugah emosi.

2. Yang bisa dicapai oleh printed page hanyalah mereka yang bisa membaca, bahkan dalam printed tertentu pembacanya adalah orang – orang yang berpendidikan.

3. Karena printed page dicetak, maka printed page menghendaki untuk dibaca.

4. Jika radio, TV dan sebagainya bisa dinikmati oleh dua orang atau lebih secara bersama – sama, maka pada printed page, hal ini kurang leluasa untuk dilakukan.


Kata orang sih, nobody's perfect..begitu juga dengan media cetak. Beberapa kekurangan diataslah yang akhirnya mendorong insan2 pengiklan untuk meracik kata demi kata, bait demi bait serta imagery atau visual yang ditampilkan pada printed media, sehingga diharapkan audience tertarik dan terpengaruhi lalu berbuat sesuai dengan apa yang diinginkan produsen barang dan jasa.

Meskipun memiliki kelemahan, namun media cetak juga memiliki kelebihan yang secara umum meliputi :

1. Media cetak terdokumentasi ; bisa disimpan atau dicollect isi informasinya

2. Media cetak lebih terjangkau dari segi harga maupun distribusinya

3. Media cetak lebih mampu untuk menjelaskan hal-hal yang bersifat kompleks atau rigid

Enough with printed media, let's talk about brochure..

Menurut definisi UNESCO, brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di luar perhitungan sampul.

~ Bentuk dan isi

Bila terdiri dari satu halaman, brosur atau pamflet umumnya dicetak pada kedua sisi, dan dilipat dengan pola lipatan tertentu hingga membentuk sejumlah panel yang terpisah. Pamflet yang hanya terdiri dari satu lembar/halaman sering disebut selebaran (bahasa Inggris: leaflet, flier, atau flyer). Selain itu, brosur yang memuat informasi tentang produk disebut juga sebagai katalog produk atau sering hanya disebut katalog.

Brosur atau pamflet memuat informasi atau penjelasan tentang suatu produk, layanan, fasilitas umum, profil perusahaan, sekolah, atau dimaksudkan sebagai sarana beriklan. Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas, dan dimaksudkan mudah dipahami dalam waktu singkat. Brosur juga didesain agar menarik perhatian, dan dicetak di atas kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap layanan atau produk tersebut.


Nah, kalo mengunduh-unduh sesuka hati sepertinya tindakan kriminal, maka i came up with my own conclusion...
hmm, sudah tau klo printed media itu sangat terbatas di aspek emosi, maka sebagai insan desain yang budiman, kita harus mampu memberikan emosi pada setiap printed media karya kita. kita harus mampu men-'touch' dan membuat audiens turut ber-'experience'
(alay sekali ya, saya mencampur b.ind dgn b.ing)
Jadi itu sebuah poin catatan untuk eksekusi tugas brosur ini..
experience

Rabu, 26 Agustus 2009

first post!!!!



halo, saya eka pramudita...
mahasiswa DKV ITS angkatan 2007
berkumis dan berjenggot...
tak pernah menyisir rambut dan memakai kutang..
selalu memakai boxer dan jeans berwarna hitam..
sangat addicted dengan korek kuping..
peranakan china-jawa yang elegan
mampu membaca dan menulis..
bahasa ibu yang digunakan adalah bahasa indonesia..
menguasai 3 bahasa, Indonesia, Jawa, dan Inggris-Indonesia
Berbudi pekerti yang baek..
Polos.. tapi bukan berarti bakso
ada bakso polos, kasar, kotak, dan telur puyuh
gak pake sambel dan kuah encer..
lengkap dengan kecap dan lontong..

hufh, begitulah profil saya yang menggelegar dan membahana
hingga ke penjuru pelosok gorong-gorong Tiongkok

Akhir kata yang merupakan awal,
Semoga Tuhan memberkati kita semua dan melancarkan perkuliahan saya pada khususnya...
Mata kuliah DKV3 ini..