Minggu, 30 Agustus 2009

fasten your seatbelt, start your engine..

first task. (oh, why we can't live without it...)

Tugas pertama yang kelas kami terima adalah..
STRATEGI & PERENCANAAN MEDIA chapter1 : Printed Media

Alkisah disebutkan bahwa media yang akan tereksekusi adalah brosur, dan subjek isinya adalah ITS. Betapa gundah gulana nian kemarilah saya, karena...that's the brief...yes, just that..
Mahasiswa dibebaskan untuk memilih issue sebebas-bebasnya, koridornya jelas ITS...
jadi, kalo kita bikin brosur tentang teknik sipil Unair, betapa nistalah kehidupan kita..karena memang gak ada..haha

Lalu untuk lebih memahami tentang Brosur/Brochure, saya melakukan sedikit research, yah..sapa lagi kalo bukan mbah Google, tempat untuk bertanya..

Media Cetak (Printed Media)
Adalah meliputi segala barang yang dicetak yang ditujukan untuk menyebarluaskan pesan – pesan komunikasi. Media cetak sendiri pengertiannya adalah media statis yang mengutamakan pesan visual yang terdiri dari lembaran, sejumlah kata gambar atau foto.

The printed page sebagai media penyampai pesan yang berujud cetak punya beberapa kelemahan antara lain :

1. The printed page tidak mempunyai suara , jadi tidak bisa menimbulkan kesan akrab sehingga kurang mampu menggugah emosi.

2. Yang bisa dicapai oleh printed page hanyalah mereka yang bisa membaca, bahkan dalam printed tertentu pembacanya adalah orang – orang yang berpendidikan.

3. Karena printed page dicetak, maka printed page menghendaki untuk dibaca.

4. Jika radio, TV dan sebagainya bisa dinikmati oleh dua orang atau lebih secara bersama – sama, maka pada printed page, hal ini kurang leluasa untuk dilakukan.


Kata orang sih, nobody's perfect..begitu juga dengan media cetak. Beberapa kekurangan diataslah yang akhirnya mendorong insan2 pengiklan untuk meracik kata demi kata, bait demi bait serta imagery atau visual yang ditampilkan pada printed media, sehingga diharapkan audience tertarik dan terpengaruhi lalu berbuat sesuai dengan apa yang diinginkan produsen barang dan jasa.

Meskipun memiliki kelemahan, namun media cetak juga memiliki kelebihan yang secara umum meliputi :

1. Media cetak terdokumentasi ; bisa disimpan atau dicollect isi informasinya

2. Media cetak lebih terjangkau dari segi harga maupun distribusinya

3. Media cetak lebih mampu untuk menjelaskan hal-hal yang bersifat kompleks atau rigid

Enough with printed media, let's talk about brochure..

Menurut definisi UNESCO, brosur adalah terbitan tidak berkala yang tidak dijilid keras, lengkap (dalam satu kali terbitan), memiliki paling sedikit 5 halaman tetapi tidak lebih dari 48 halaman, di luar perhitungan sampul.

~ Bentuk dan isi

Bila terdiri dari satu halaman, brosur atau pamflet umumnya dicetak pada kedua sisi, dan dilipat dengan pola lipatan tertentu hingga membentuk sejumlah panel yang terpisah. Pamflet yang hanya terdiri dari satu lembar/halaman sering disebut selebaran (bahasa Inggris: leaflet, flier, atau flyer). Selain itu, brosur yang memuat informasi tentang produk disebut juga sebagai katalog produk atau sering hanya disebut katalog.

Brosur atau pamflet memuat informasi atau penjelasan tentang suatu produk, layanan, fasilitas umum, profil perusahaan, sekolah, atau dimaksudkan sebagai sarana beriklan. Informasi dalam brosur ditulis dalam bahasa yang ringkas, dan dimaksudkan mudah dipahami dalam waktu singkat. Brosur juga didesain agar menarik perhatian, dan dicetak di atas kertas yang baik dalam usaha membangun citra yang baik terhadap layanan atau produk tersebut.


Nah, kalo mengunduh-unduh sesuka hati sepertinya tindakan kriminal, maka i came up with my own conclusion...
hmm, sudah tau klo printed media itu sangat terbatas di aspek emosi, maka sebagai insan desain yang budiman, kita harus mampu memberikan emosi pada setiap printed media karya kita. kita harus mampu men-'touch' dan membuat audiens turut ber-'experience'
(alay sekali ya, saya mencampur b.ind dgn b.ing)
Jadi itu sebuah poin catatan untuk eksekusi tugas brosur ini..
experience

Tidak ada komentar:

Posting Komentar